Rabu, 05 Juni 2024

Tanda Tanya, Penanya & Penjawab



Oleh : NKITD 


 Sering kita bertanya 

Pada satu pertanyaan 

Pertanyaan yang terjawab lebih dari kata  

(Doa & Ikhtiar)


Doa dan ikhtiar penjawab menjadi satu jawaban 

Tak bisa dijabarkan dengan penjelasan retorika 


Doa, insan penanya 

Itulah yang diharapkan

Maka mulailah dengan seribu doa (penanya)


Penanya teruslah berdoa 

Penjawab teruslah berdoa, berikhtiar dan bertawakal


Penjawab yakinlah Allah Swt yang Maha Mengetahui

bahwa posisimu memang terbaik menurut Sang Pencipta


Penanya berhentilah bertanya

Lalu teruslah berdoa

Hangatkanlah hati penjawab 

Pertanyaanmu sama seperti penjawab

Sadarlah penanya?

Tunjukanlah pertanyaan itu

Melalui perhatian dan sikap nyata

yaitu melalui seribu doamu

atau senyuman manis mu 

dan kata-kata mutiaramu


Tetang pertanyaan penanya & penjawab

Biarlah, terjawab oleh waktu dari Sang Pencipta

Allah Swt


Cileungsi, 5 Juni 2024


Jumat, 17 Mei 2024

Insan



Oleh : NKITD


Janji insan untuk esakan Allah Swt di dunia diuji dengan aksesoris dzahirnya. 

Aksesoris dzahir yang tak dibutuhkan ruh yang murni

Namun diinginkan nafsu raga insan dan kedengkian makhluk

Insan miliki adimarga untuk dingin atau menata aksesoris batin yang sucikan raganya


Kala nafas raga diujung tutup usianya

Ingatlah ia akan janjinya


Lantas semua sia-sia bagi insan yang lalai pada janjinya

Tangisan dan kesabarannya tak menebus kesucian ragawinya 

Insan menuju penderitaan kekal sesungguhnya


Bagi insan yang istiqomah mensucikan ruh rohani dan ragawinya 

maka kebahagian kekal untuknya


Jumat, 26 April 2024

Kealfaan Kalbu




Oleh : NKITD


Gelap kalbu yang pekat ditemani segelas nafsu yang mengikat pikiran 

Ditambah sepi tanpa hadir insan, bisikan jahat menggoda semakin nyata

Atau di keramaian indra penglihatan namun memanas dalam palung jiwa melalui bisikan halus ke arah nafsu yang membara

Tanpa kenal tunggal atau pun jamak semua serasa sama, si penggoda yang patang menyerah selalu cari celah


Terus mengetuk relung-relung insan menuju satu tingkat yaitu merajai nafsu insan 

Kemudian menungganginya hingga insan alfa pada ayat-ayat yang dibaca dan dipahaminya

Alfa pada sunnah yang diteladai oleh Rasulnya

Alfa pada nurani kebaikan alaminya

Alfa pada kasih sayang yang nyata dari sekitarnya


Hingga dingin menerjang jiwa yang garang

Lalu insan akan bernada dalam  hatinya namun bisu dalam lisannya

Lalu nada itu mungkin tertulis pada rangkaian kata hatinya


 “Teruslah, belit paru-paruku  dengan belati lisanmu,

Biarkanlah aku dalam lautan lahar yang membeku

Kamu dan kamu”


Bahkan lebih dari itu