Selasa, 13 Oktober 2020

Mengoptimalkan Proses Pembelajaran Menulis Artikel

Di susun Oleh : NKITD

Pendahuluan

Feb Uhamka 

Feb Uhamka Hubungan antara hasil kerja berkaitan erat dengan kreativitas. Hasil kerja akan optimal apabila kreativitas optimal, begitu pula sebaiknya. Hal tersebut berlaku juga untuk pembelajaran menulis artikel. Hasil Kerja artikel akan optimal apabila pembelajarannya bermakna. Pembelajaran dalam arti memahami bukan menghafal fakta-fakta. Menurut Staton dalam Syaiful Sagala (2005: 12), keberhasilan program pembelajaran diukur berdasarkan tingkat perbedaan cara berfikir, merasa dan berbuat agar cara-cara pendekatan pelajar dalam menghadapi tugas-tugas selanjutnya berubah. Dengan kata lain, hasil kerja artikel akan optimal, jika kita mengalami proses pembelajaranyang maksimal.

Sehubung dengan proses kreativitas menulis artikel,  Totok Djuroto dan Bambang Suprijadi  (2007: 5-7) menyatakan bahwa  menulis artikel dapat diawali dengan pemaparan fakta sebagai data dari apa yang ada dan tidak sekedar mengomentari masalah, tetapi bisa juga mengajukan pandangan, pendapat, atau pemikiran lain, baik yang sudah diketahui masyarakat maupun yang belum diketahui.

Menurut Iqbal dalam Mudrajat Kuncoro (2009:68), proses menulis free-writing dan re-writing dianjurkan untuk kalangan penulis amatir. Artinya, penulis pemula harus menempuh proses menulis  free-writing, yakni menulis secara bebas tanpa memperhatikan bagus atau tidaknya tulisan. Setelah itu berlanjut dengan proses penulisan re-writing, yakni menulis ulang. Agar hasil kerja artikel optimal, penulis pemula mengawali tulisannya dengan menulis bebas kemudian menulis ulang.

Penulis pemula sering mengalami kendala yang besar untuk menyelesaikan artikel. Paling tidak terdapat enam teknik yang bisa kita gunakan ketika kehabisan kata-kata, yakni (1) penjelasan, (2) contoh, (3) perbandingan, (4) kutipan, (5) statistik, dan (6) penengasan. (Haris Sumadiria, 2005: 55-56)

 Pembahasan

A.    Menulis Artikel

 

Pengembangan paragraf dan keterkaitan antarkalimat merupakan kunci membuat artikel agar enak dibaca. (Kuncoro, Mudrajat 2009: 68) Untuk itu perlu diperhatikan secara seksama adakah pegembangan dan keterkaitan anatar kalimat dalam artikel Anda.

Berhubungan dengan pengembangan paragraf dan keterkaitan antarkalimat, penulis harus menentukan gaya penulisan mana yang akan dipilih. Ada empat gaya utama dalam menulis sebuah artikel menurut Mudrajat Kuncoro (2009:68), yaitu eksposisi, deskripsi, argumentasi, dan narasi. Setiap gaya di atas mempunyai kekhassan masing-masing.  

 

Untuk mengoptimalkan proses pembelajaran artikel, ada empat jenis artikel menurut Totok Djuroto dan Bambang Suprijadi  (2007: 10), yang harus kita ketahui, pahami dan kuasai, yakni eksploratif, eksplanatif, deskriptif, prediktif, dan preskriptif.

 

Singkatnya, sebelum menulis artikel alangkah baiknya apabila penulis memikirkan terlebih dahulu gaya penulisan mana yang akan dipilih sehingga penulis tahu gambaran jelas tentang jenis artikel apa yang akan dibuat. Dengan demikian, produk artikel menjadi lebih terarah, sistematis dan optimal.

 

B.     Proses Menulis Artikel

Untuk mengawali menulis artikel, berikut ini dapat dilakukan (Hermanvarella, 2009) dalam Mudrajat Kuncoro (2009: 70-71). Pertama, menggali ide. Kedua, membuat kerangka tulisan secara rinci. Ketiga, kumpulkan data dan referensi. Keempat, mulailah menulis.

Setelah membuat kerangka karangan sebaiknya penulis memikirkan judul untuk artikenya. Walaupun ada beberapa orang yang memikirkan setelah artikel selesai dibuat. Judul merupakan wajah tulisan artikel, maka judul yang baik akan menarik pembaca untuk membacanya. Untuk itu judul harus memenuhi kriteria sebagai berikut sebuah artikel sebaiknya memenuhi kriteria berikut (1) atraktif dan baru, (2) tidak panjang, dan (3) punya relevansi. (Totok Djuroto dan Bambang Suprijadi, 2007: 9). Selanjutnya mengumpulkan data dan referensi, ada beberapa syarat untuk memilih referensi mana yang akan kita kutip, yaitu (1) relevan, (2) aktual, dan (3) refresentatif. (A S Haris Sumadiria, 2005: 41)

Dalam proses menulis artikel, penulis harus mengetahui dan menerapkan tiga prinsip dasar, yakni (1) kesatuan (unity), (2) pertautan (coherence), dan (3) titik berat (emphasis). (Haris Sumadiria, 2005: 59-60) Artinya, kesatuan dan keterkaitan antar kalimat itu sangat penting agar ide dalam artikel tersebut tersalurkan secara sistematis. Titik berat atau bagian-bagian penting yang dibahas penulis harus terfokus pada aspek tersebut.

Proses penulisan artikel bertahap, Menurut A S Haris Sumadiria (2005: 19) terdapat tiga tahap dalam menuis artikel, yaitu (1) persiapan penulisan (prewriting), (2) pelaksanaan penulisan (writing), dan (3) perbaikan materi tulisan (editing).

Pertama, persiapan penulisan (prewriting), meliputi aspek adminitratif, aspek teknis, aspek akademis, dan aspek psikologis. Kedua, tahap pelaksanaan penulisan (writing), penulis harus memusatkan perhatian hanya kepada tulian dan mengabaikan gangguan yang ada. Ketiga, tahap perbaikan penulisan, penulis harus membaca, memperhatikan, mengoreksi, serta melakukan revisi terhadap beberapa hal menyangkut aspek teknis dan aspek substansi tulisan.

 

Penutup

Proses pembelajaran artikel sangat penting agar hasil kerja menjadi optimal. Begitu banyak yang harus penulis perhatikan dalam menulis artikel, yakni pengembangan paragraf, keterkaitan antarkalimat, gaya penulisan, dan jenis artikel. Menulis artikel dapat diawali dengan pemaparan fakta sebagai data dari apa yang ada dan tidak sekedar mengomentari masalah, tetapi bisa juga mengajukan pandangan, pendapat, atau pemikiran lain, baik yang sudah diketahui masyarakat maupun yang belum diketahui. proses menulis free-writing dan re-writing dianjurkan untuk kalangan penulis amatir. Langkah awal yang harus diambil penulis sebelum menulis artikel adalah menggali ide, membuat kerangka tulisan secara rinci, kumpulkan data dan referensi, serta mulailah menulis.

Terdapat tiga prinsip dasar dalam menulis artikel, yakni (1) kesatuan (unity), (2) pertautan (coherence), dan (3) titik berat (emphasis). Selanjutnya, terdapat tiga tahapan dalam menuis artikel, yaitu (1) persiapan penulisan (prewriting), (2) pelaksanaan penulisan (writing), dan (3) perbaikan materi tulisan (editing).

 

Daftar Pustaka

Djuroto, Totok dan Bambang Suprijadi. 2007. Menulis Artikel & Karya Ilmiah. Cetakan ke-4. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Kuncoro, Mudrajad. 2009. Mahir Menulis Kiat Jitu Menulis Artikel Opini, Kolom & Resensi Buku. Jakarta: Erlangga.

Sagala, Syaiful. 2005. Konsep dan Makna Pembelajan. Cetakan ke-3. Bandung: Alfabeta.

Sumadiria, Haris. 2005. Menulis Artikel dan Tajuk Rencana. Cetakan ke-2. Bandung: Rosdakarya.

 

 

 

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar