Di susun Oleh : NKITD
Pendahuluan
Feb Uhamka Hubungan
antara hasil kerja berkaitan erat dengan kreativitas. Hasil kerja akan optimal
apabila kreativitas optimal, begitu pula sebaiknya. Hal tersebut berlaku juga
untuk pembelajaran menulis artikel. Hasil Kerja artikel akan optimal apabila
pembelajarannya bermakna. Pembelajaran dalam arti memahami bukan menghafal
fakta-fakta. Menurut Staton dalam Syaiful Sagala (2005: 12), keberhasilan
program pembelajaran diukur berdasarkan tingkat perbedaan cara berfikir, merasa
dan berbuat agar cara-cara pendekatan pelajar dalam menghadapi tugas-tugas
selanjutnya berubah. Dengan kata lain, hasil kerja artikel akan optimal, jika
kita mengalami proses pembelajaranyang maksimal.
Sehubung
dengan proses kreativitas menulis artikel, Totok Djuroto dan Bambang Suprijadi (2007: 5-7) menyatakan bahwa menulis artikel dapat diawali dengan
pemaparan fakta sebagai data dari apa yang ada dan tidak sekedar mengomentari
masalah, tetapi bisa juga mengajukan pandangan, pendapat, atau pemikiran lain,
baik yang sudah diketahui masyarakat maupun yang belum diketahui.
Menurut
Iqbal dalam Mudrajat Kuncoro (2009:68), proses menulis free-writing dan re-writing
dianjurkan untuk kalangan penulis amatir. Artinya, penulis pemula harus
menempuh proses menulis free-writing, yakni menulis secara bebas
tanpa memperhatikan bagus atau tidaknya tulisan. Setelah itu berlanjut dengan
proses penulisan re-writing, yakni
menulis ulang. Agar hasil kerja artikel optimal, penulis pemula mengawali
tulisannya dengan menulis bebas kemudian menulis ulang.
Penulis
pemula sering mengalami kendala yang besar untuk menyelesaikan artikel. Paling
tidak terdapat enam teknik yang bisa kita gunakan ketika kehabisan kata-kata,
yakni (1) penjelasan, (2) contoh, (3) perbandingan, (4) kutipan, (5) statistik,
dan (6) penengasan. (Haris Sumadiria, 2005: 55-56)
A.
Menulis Artikel
Pengembangan
paragraf dan keterkaitan antarkalimat merupakan kunci membuat artikel agar enak
dibaca. (Kuncoro, Mudrajat 2009: 68) Untuk itu perlu diperhatikan secara
seksama adakah pegembangan dan keterkaitan anatar kalimat dalam artikel Anda.
Berhubungan
dengan pengembangan paragraf dan keterkaitan antarkalimat, penulis harus
menentukan gaya penulisan mana yang akan dipilih. Ada empat gaya utama dalam
menulis sebuah artikel menurut Mudrajat Kuncoro (2009:68), yaitu eksposisi,
deskripsi, argumentasi, dan narasi. Setiap gaya di atas mempunyai kekhassan
masing-masing.
Untuk
mengoptimalkan proses pembelajaran artikel, ada empat jenis artikel menurut Totok
Djuroto dan Bambang Suprijadi (2007: 10),
yang harus kita ketahui, pahami dan kuasai, yakni eksploratif, eksplanatif,
deskriptif, prediktif, dan preskriptif.
Singkatnya,
sebelum menulis artikel alangkah baiknya apabila penulis memikirkan terlebih
dahulu gaya penulisan mana yang akan dipilih sehingga penulis tahu gambaran
jelas tentang jenis artikel apa yang akan dibuat. Dengan demikian, produk
artikel menjadi lebih terarah, sistematis dan optimal.
B.
Proses Menulis Artikel
Untuk
mengawali menulis artikel, berikut ini dapat dilakukan (Hermanvarella, 2009)
dalam Mudrajat Kuncoro (2009: 70-71). Pertama, menggali ide. Kedua, membuat
kerangka tulisan secara rinci. Ketiga, kumpulkan data dan referensi. Keempat,
mulailah menulis.
Setelah
membuat kerangka karangan sebaiknya penulis memikirkan judul untuk artikenya.
Walaupun ada beberapa orang yang memikirkan setelah artikel selesai dibuat. Judul
merupakan wajah tulisan artikel, maka judul yang baik akan menarik pembaca
untuk membacanya. Untuk itu judul harus memenuhi kriteria sebagai berikut sebuah
artikel sebaiknya memenuhi kriteria berikut (1) atraktif dan baru, (2) tidak
panjang, dan (3) punya relevansi. (Totok Djuroto dan Bambang Suprijadi, 2007:
9). Selanjutnya mengumpulkan data dan referensi, ada beberapa syarat untuk
memilih referensi mana yang akan kita kutip, yaitu (1) relevan, (2) aktual, dan
(3) refresentatif. (A S Haris Sumadiria, 2005: 41)
Dalam
proses menulis artikel, penulis harus mengetahui dan menerapkan tiga prinsip
dasar, yakni (1) kesatuan (unity),
(2) pertautan (coherence), dan (3)
titik berat (emphasis). (Haris
Sumadiria, 2005: 59-60) Artinya, kesatuan dan keterkaitan antar kalimat itu
sangat penting agar ide dalam artikel tersebut tersalurkan secara sistematis.
Titik berat atau bagian-bagian penting yang dibahas penulis harus terfokus pada
aspek tersebut.
Proses
penulisan artikel bertahap, Menurut A S Haris Sumadiria (2005: 19) terdapat
tiga tahap dalam menuis artikel, yaitu (1) persiapan penulisan (prewriting), (2) pelaksanaan penulisan (writing), dan (3) perbaikan materi
tulisan (editing).
Pertama,
persiapan penulisan (prewriting),
meliputi aspek adminitratif, aspek teknis, aspek akademis, dan aspek
psikologis. Kedua, tahap pelaksanaan penulisan (writing), penulis harus memusatkan perhatian hanya kepada tulian
dan mengabaikan gangguan yang ada. Ketiga, tahap perbaikan penulisan, penulis
harus membaca, memperhatikan, mengoreksi, serta melakukan revisi terhadap
beberapa hal menyangkut aspek teknis dan aspek substansi tulisan.
Penutup
Proses
pembelajaran artikel sangat penting agar hasil kerja menjadi optimal. Begitu
banyak yang harus penulis perhatikan dalam menulis artikel, yakni pengembangan
paragraf, keterkaitan antarkalimat, gaya penulisan, dan jenis artikel. Menulis
artikel dapat diawali dengan pemaparan fakta sebagai data dari apa yang ada dan
tidak sekedar mengomentari masalah, tetapi bisa juga mengajukan pandangan,
pendapat, atau pemikiran lain, baik yang sudah diketahui masyarakat maupun yang
belum diketahui. proses menulis free-writing
dan re-writing dianjurkan untuk
kalangan penulis amatir. Langkah awal yang harus diambil penulis sebelum
menulis artikel adalah menggali ide, membuat kerangka tulisan secara rinci,
kumpulkan data dan referensi, serta mulailah menulis.
Terdapat tiga
prinsip dasar dalam menulis artikel, yakni (1) kesatuan (unity), (2) pertautan (coherence),
dan (3) titik berat (emphasis). Selanjutnya,
terdapat tiga tahapan dalam menuis artikel, yaitu (1) persiapan penulisan (prewriting), (2) pelaksanaan penulisan (writing), dan (3) perbaikan materi
tulisan (editing).
Daftar Pustaka
Djuroto,
Totok dan Bambang Suprijadi. 2007. Menulis
Artikel & Karya Ilmiah. Cetakan ke-4. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Kuncoro,
Mudrajad. 2009. Mahir Menulis Kiat Jitu Menulis Artikel Opini,
Kolom & Resensi Buku.
Jakarta: Erlangga.
Sagala,
Syaiful. 2005. Konsep dan Makna
Pembelajan. Cetakan ke-3. Bandung: Alfabeta.
Sumadiria,
Haris. 2005. Menulis Artikel dan Tajuk
Rencana. Cetakan ke-2. Bandung: Rosdakarya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar