Oleh : NKITD
Gelap kalbu yang pekat ditemani segelas nafsu yang mengikat pikiran
Ditambah sepi tanpa hadir insan, bisikan jahat menggoda semakin nyata
Atau di keramaian indra penglihatan namun memanas dalam palung jiwa melalui bisikan halus ke arah nafsu yang membara
Tanpa kenal tunggal atau pun jamak semua serasa sama, si penggoda yang patang menyerah selalu cari celah
Terus mengetuk relung-relung insan menuju satu tingkat yaitu merajai nafsu insan
Kemudian menungganginya hingga insan alfa pada ayat-ayat yang dibaca dan dipahaminya
Alfa pada sunnah yang diteladai oleh Rasulnya
Alfa pada nurani kebaikan alaminya
Alfa pada kasih sayang yang nyata dari sekitarnya
Hingga dingin menerjang jiwa yang garang
Lalu insan akan bernada dalam hatinya namun bisu dalam lisannya
Lalu nada itu mungkin tertulis pada rangkaian kata hatinya
“Teruslah, belit paru-paruku dengan belati lisanmu,
Biarkanlah aku dalam lautan lahar yang membeku
Kamu dan kamu”
Bahkan lebih dari itu
