Karya: Bambang Widiatmoko
ketemu kota tanpa bunga
apalagi kata-kata, telah dipatuk burung gereja
hanya deretan pohon asam tua
pertanda dulu pernah jaya
pertanda dulu pernah jaya
debu menyebar di alun-alun kota
yang tampak tak tertata
menghitung jejak yang tertinggal
mungkin hanya sajak, lantas terinjak
yang tampak tak tertata
menghitung jejak yang tertinggal
mungkin hanya sajak, lantas terinjak
menemu malam, sepanjang jalan raya
deretan lampu terukir Asmaul Husna
barangkali menjaga tutur kata
atau tempat kita berjanji, melangkah pergi
deretan lampu terukir Asmaul Husna
barangkali menjaga tutur kata
atau tempat kita berjanji, melangkah pergi
benteng tua muncul di depan mata
juga masjid dan menara
menghitung peziarah, menghitung peminta-minta
semua penuh harap, hatinya mengerjap
juga masjid dan menara
menghitung peziarah, menghitung peminta-minta
semua penuh harap, hatinya mengerjap
kota tua berselimut doa
tersandar di tepi dermaga
bagai perahu tua sarat luka
siap terkubur di samudera
tersandar di tepi dermaga
bagai perahu tua sarat luka
siap terkubur di samudera

Tidak ada komentar:
Posting Komentar