Oleh: NKITD
Kamu
yang kokoh tak berbalut apapun
Sampai
kamu yang kokoh berbalut warna-warni
Kamu
yang beruang dua
Lalu
beruang lima
Kemudian
beruang delapan
Satu
ruangmu mengusikku
Ruang itu terekam ingat
Aku
rindu ruang itu
Bertanah,
bersemen tanpa kerami putih, coklat, dan kuning.
Aku
rindu satu ruangmu kala dulu
Ketika
adzan magrib berkumandang
Enam
sajadah terhampar di sana
Ketika lafal Ilahi terucap dan tertangkap indra pendengarku
Berlanjut dengan kata aamiin bersama
Diakhiri dengan jabatan tangan penghapus noda kealfaan kala itu
Kini ruang itu beralih fungsi
Lafal ilahi tetap terucap dan terdengar namun tak bersamaan
Sering terdengar sendirian dan berduaan
Tak lebih dari itu
Edisi Revisi
Jakarta, 09 November 2020

Tidak ada komentar:
Posting Komentar