Kamis, 06 Agustus 2026

Cintailah Aku


Cintailah aku dengan segenap jiwa 


Jiwa itu abadi 

Tak pernah mati seperti hati

Tak pernah lupa seperti pikiran 


Hati itu berubah lalu berhenti

Tak sedalam jiwa


Pikiran itu mudah terlena 

Jika kau lihat hal lain maka kau lupa akan hadirku


Cintailah dengan jiwa 

Ada aku atau tidak 


Jiwamu dapat merasakan hadirku


Terinspirasi dari karya Jalaluddin Rumi

Agustus 2026 

Rabu, 15 Juli 2026

Hal


 



Tatapan kala mentari setinggi gala

aku mulai berkata pada jiwa

tentang segala hal yang mengura rasa 


hal pertama

hal kedua

hal ketiga

hal keempat

hal kelima 

hal keenam


banyak hal yang terjadi

6 hal itu yang mengusik jiwa


aku hanyalah manusia

terkungkung dalam pikirian dan rasa yang terbatas


pikirku hanyalah pikirku

hal pertama jika diselami maka tidak akan ada hal kedua sampai kelima


hal keenam itu qadarullah 

diluar kendali diri 


faktanya semua hal itu terjadi 


 aku seperti berada di tengah lautan 

lautan yang bergelombang

diri ini merasa sendiri 

padahal tak ada Ilahi yang selalu menyaksikan 

beserta malaikat dan setan-setan yang mencari kawan


Dalam gelombang lautan tak ahli berenang

aku timbul tenggelam

seakan lautan akan menarikku menuju dasarnya


aku tak kuat bernafas 

air laut itu seakan-akan menghalangi penafasanku


itulah rasaku akan keenam hal itu

aku masih di sini

niat berlari ada


Namun, siapa yang bisa lari dari amanah yang diberikan Ilahi?

maka aku tetap di sini 

mencari cahaya 

meniti jalan cahaya 






Rabu, 06 Mei 2026

Kesadaran Diri

 



Sayatan tak berdarah itu ada 

Tertumpuk kenangan, kisah dan kehilangan

Berjalan bersama masa dan raga 


Tak terasa hati dan akal


Hingga satu peristiwa bawaku pada emosi

memuncak

meledak 

 keluarlah semua lahar amarah itu 


Berakhir pada sakit tersayat di dada

Nafas tak beraturan


Aku bertanya-tanya

Ada apa? 


Ragaku telah beri tanda

Aku tak mampu baca


Peristiwa-peristiwa lain pun jadi arah hati 

Akal terus bertanya

Diri terus mencari


Pertanyaan itu butuh jawaban 


Doa tanya kepada Ilahi (Allah SWT) 

Hantarkan akal pada pertemuan maya


Tentang kenali rasa jiwa


Lalu aku temukan satu titik terang

Ada banyak sayatan dalam Sukma

Terlihat nyata


Setelah sekian purnama tertutup oleh manipulasi rasa

Hingga akal pun apatis 


kesadaran ini

Tunjukkan akal dan pikiran untuk berkolaborasi 

Menuju penerimaan

Atas segala ketentuan dan ketetapanNya

Menuju sikap bijaksana 

Menuju cintai diri sesuai syariatNya 


Jakarta, 7 Mei 2026









Senin, 09 Februari 2026

Metamorfosis

Oleh : NKITD




Ketika dinamika kehidupan menyapa

gejolak jiwa membara


Tak hanya itu

segala alfa tebuka menganga

ragu menyapa ke segala penjuru

lahirkan segala tanya atas eksistensi diri

dengan menarik diri


sekedar diam tanpa mendengar apa pun

selain suara alam 

angin

air hujan

suara-suara hewan kecil

kalam ilahi

dan 

seruan ilahi


sekedar diam lalu melihat

ikan yang berenang

langit biru

malam kelabu, berbulan dan berbintang

hijaunya dedaunan dan pepohonan


tanpa ingin 

disapa

ditanya


tanpa ingin

berkata

menyapa


segala pertanyaan batin

silih berganti


diripun lakukan validasi


lalu mulai 

mencari

menempuh

hingga titik temu 


tak cukup hingga titik temu

jalan masih panjang


diam itu pun mulai ku tinggalkan

menuju kejujuran diri 

tuk tempuh 

lalu lalui

dinamika ini


ikhtiar 

doa

tawakal

ridho

masih terus 

ditempuh dan lalui


bismillah

hati ini milik Allah

moga diri ini

dapat penuhi amanahNya

dengan ikhlas


Bogor, 10 Februari 2026

Jumat, 19 Desember 2025

Langit Biru

 


Aku ingin seperti langit 

Birunya tetap biru

Meski awan putih, kelabu atau pekat 

Datang silih berganti 

Kadang datang beriringan


Aku ingin seperti langit biru

Tetap di posisi meski saksikan

Hujan, angin, kilat dan perih 

Datang silih berganti 

Kadang datang beriringan 


Langit biru tetap membiru

Meski warna lain lebih sering mendominasi

Atau tak diundang berdampingan dengannya


Langit yang terlihat melangit 

Namun nyatanya kelagitan itu tetaplah langit



Segala bermuara pada sang pencipta

Segala maha atas segalanya

Allah Subhanawataala



Jakarta, 20 Desember 2025







Selasa, 28 Januari 2025

Baitullah




Oleh NKITD 


Musim dingin di kota bercahaya

mentari siang mengiringi perjalan kami menuju kota mulai

singgah sejenak  untuk miqat di masjid bir ali


perjalanan berlanjut diiringi kalimat talbiyah

di tengah jalan antara padang pasir yang satu dengan yang lain


terik mentari berganti dengan jingga 

lalu gelap malam menyapa

wilayah perkotaan menyapa


cahaya hijau dari zamzam tower 

tertangkap mata

rasa hati seolah tak sabar

meski lelah menyapa 

diri ini tetap terjaga


sejenak rehat 

lalu langkah kaki ini 

kembali melangkah menuju baitullah 


bersama langkah kaki lainnya

pakaian serba putih 

kalimat talbiyah

hantarkan diri ini 

melihat baitullah

laksanakan ibadah 

bersama yang tersayang

doa-doa kebaikan 

butiran air mata

harapan 

segala asa

tumpah 


langkah tawaf 

yang lapang

yang sempit

lalu lapang

lalu sempit


menyebut nama Mu ya Allah

seolah tak halangi kami laksanakan semuanya


lalu shalat dua rakaat

menyebutkan doa-doa kebaikan


minum air zam-zam


lanjut jalan dari safa marwah


jalan ini yang mengajarkan ketidakmudahan 

namun dengan izin Allah

selesai sudah

berakhir pada potong rambut


segala puji milik Allah

yang beri kesempatan insan beribadah di tanah suci 


Januari 2025





Minggu, 26 Januari 2025

Rindu yang Usai




Oleh : NKITD

Ilahi menuntuk langkah ini 
menapaki jejak nabi di tanah suci
gelap malam, cahaya bulan dan bintang 
jadi saksi bisu rasa rindu yang sebentar lagi terobati 
berziarah kemakam baginda Nabi

niat hati kenakan pakaian hijau ketika berziarah terijabah
kerikil  kecil terasa perih namun rindu ini
telah sampai pada baginda Nabi di taman-taman surganya
waktu seolah merangkak tak berlari

doa-doa kebaikan telah tersampaikan
keberadaan di taman surga pun usai

anugerah ini 
sungguh diluar ekspektasi

alhamdulillah
segala puji milik Ilahi 
Allah Swt 


Januari 2025




Rabu, 05 Juni 2024

Tanda Tanya, Penanya & Penjawab



Oleh : NKITD 


 Sering kita bertanya 

Pada satu pertanyaan 

Pertanyaan yang terjawab lebih dari kata  

(Doa & Ikhtiar)


Doa dan ikhtiar penjawab menjadi satu jawaban 

Tak bisa dijabarkan dengan penjelasan retorika 


Doa, insan penanya 

Itulah yang diharapkan

Maka mulailah dengan seribu doa (penanya)


Penanya teruslah berdoa 

Penjawab teruslah berdoa, berikhtiar dan bertawakal


Penjawab yakinlah Allah Swt yang Maha Mengetahui

bahwa posisimu memang terbaik menurut Sang Pencipta


Penanya berhentilah bertanya

Lalu teruslah berdoa

Hangatkanlah hati penjawab 

Pertanyaanmu sama seperti penjawab

Sadarlah penanya?

Tunjukanlah pertanyaan itu

Melalui perhatian dan sikap nyata

yaitu melalui seribu doamu

atau senyuman manis mu 

dan kata-kata mutiaramu


Tetang pertanyaan penanya & penjawab

Biarlah, terjawab oleh waktu dari Sang Pencipta

Allah Swt


Cileungsi, 5 Juni 2024


Jumat, 17 Mei 2024

Insan



Oleh : NKITD


Janji insan untuk esakan Allah Swt di dunia diuji dengan aksesoris dzahirnya. 

Aksesoris dzahir yang tak dibutuhkan ruh yang murni

Namun diinginkan nafsu raga insan dan kedengkian makhluk

Insan miliki adimarga untuk dingin atau menata aksesoris batin yang sucikan raganya


Kala nafas raga diujung tutup usianya

Ingatlah ia akan janjinya


Lantas semua sia-sia bagi insan yang lalai pada janjinya

Tangisan dan kesabarannya tak menebus kesucian ragawinya 

Insan menuju penderitaan kekal sesungguhnya


Bagi insan yang istiqomah mensucikan ruh rohani dan ragawinya 

maka kebahagian kekal untuknya


Jumat, 26 April 2024

Kealfaan Kalbu




Oleh : NKITD


Gelap kalbu yang pekat ditemani segelas nafsu yang mengikat pikiran 

Ditambah sepi tanpa hadir insan, bisikan jahat menggoda semakin nyata

Atau di keramaian indra penglihatan namun memanas dalam palung jiwa melalui bisikan halus ke arah nafsu yang membara

Tanpa kenal tunggal atau pun jamak semua serasa sama, si penggoda yang patang menyerah selalu cari celah


Terus mengetuk relung-relung insan menuju satu tingkat yaitu merajai nafsu insan 

Kemudian menungganginya hingga insan alfa pada ayat-ayat yang dibaca dan dipahaminya

Alfa pada sunnah yang diteladai oleh Rasulnya

Alfa pada nurani kebaikan alaminya

Alfa pada kasih sayang yang nyata dari sekitarnya


Hingga dingin menerjang jiwa yang garang

Lalu insan akan bernada dalam  hatinya namun bisu dalam lisannya

Lalu nada itu mungkin tertulis pada rangkaian kata hatinya


 “Teruslah, belit paru-paruku  dengan belati lisanmu,

Biarkanlah aku dalam lautan lahar yang membeku

Kamu dan kamu”


Bahkan lebih dari itu 



Kamis, 04 Mei 2023

Kebersamaan Insan





 Oleh : NKITD 



Ketika ujian kebersamaan itu datang


Hati ini ingin tetap mengeggam

Namun, pikiran pilih lepaskan


Jika ia pangerah berkuda putihmu, ia akan kembali dan mengeggam jemari

Jika ia bukan pangeranmu, biarkan ia bersama masa depannya


Masa depannya pun datang memeluk erat ia bersama doa-doa yang tersayang


Hati ini pernah tak percaya

Lalu hancur berkeping-keping 

Sang Penguasa Rasa memeluk erat lalui pelukan  insan lainnya 


Sulit, hati ini masih terus menata kepingan-kepingan itu

Selangkah berjalan dan tertatih diiringi kehadiran dan doa-doa yang tersayang pula


Lalu, hati ini tempuh perjalanan cahaya di atas cahaya 


Menyelami makna kebersamaan yang tak abadi di dunia 

Menyelami makna kebersamaan kekal di akhirat


Akhirnya hati ini insyaf 

Bukankah kebersamaan itu anugerah?

Bukankah kebersamaan itu sebuah ibadah panjang? 


 Sang Penguasa hantarkan kebersamaan halal itu


Kebersamaan hati ini dengan segala kebaikan 

Kebaikan penuh keberkahan dari Sang Penguasa Rasa

Allah Subhanna Wata'ala








Senin, 09 November 2020

Bumi dan Langit

Oleh :  NKITD 

FEB UHAMKA



Hujan basahilah bumi

Hujan penghubung rindu

Rindu bumi untuk langit

Rindu langit untuk bumi

 



Bumi dan langit

 

Hujan perekat kasih

Perekat kasih bumi untuk langit

Perekat kasih langit untuk bumi

 

Bumi dan langit

Yang tak bersatu

Namun berpadu

 

Kini Bumi dengan dunianya

Lalu Langit dengan dunianya

 

Kini Bumi dan Langit

Tak bersatu

Tak berpadu

 

Namun

Hanya miliki kisah lalu

Untuk petik hikma

Demi sikap terbaik dunia baru Bumi dan Langit

 Jakarta, 7 September 2019

 

Kala


 


Oleh : NKITD

Feb Uhamka


Kala bergerak cepat

Bergegas tinggalkan detik

Menit, hari, bulan dan tahun

 

Insan harapkan

Kala sebagai tanda hikma sang khalik

 

Insan harap

Memetik hikma dari kala

 

Namun kala seolah tak rela

Insan memetik dengan Cuma

 

Aku kira, kala inginkan insan

Temukan satu nokta kebenaran

Dalam firman sang khalik

Dan titah Baginda Rasulullah

 

Ketika itu kala tersenyum pada insan

Lantas rela beri hikma

Ditambah kedewasaan

Dan kebijaksanaa

 

Aksara Tertulis

 Oleh : NKITD

 

Ketika lisan tak terucap

Ketika ucap tak terdengar

Ketika telinga enggan menangkap ribuan kata melalui alat ucap

Jenuh dengan kata sama yang tak berjedah

Jenuh dengan ucap yang tak teruji keabsahannya

Jenuh dengan kata bercampur emosi jiwa

Ketika alat dengar dan alat ucap berbenturan dengan umur manusia

Ketika alat ucap tak abadi, Ketika alat dengar nisbih

Buku hadir sebagai wakil insan di bumi

Untuk menyebarkan ilmu dan informasi

Untuk berbagi kisah hidup pribadi dan pelajaran di muka bumi

Untuk berbagi pemikiran, ajakan, pengaruh dan argumentasi

Buku peninggalan abadi insan yang tergenggap oleh masa

Terbaca manusia di zaman yang berbeda

Terjaga dalam kertad dan tinta hitam.

Menghidupkan pemikiran yang mati

Dan membuka pemikiran yang mati

Bekasi, 13 Mei 2015

Ruang Itu

 

Oleh: NKITD


Kamu yang kokoh tak berbalut apapun

Sampai kamu yang kokoh berbalut warna-warni

 

Kamu yang beruang dua

Lalu beruang lima

Kemudian beruang delapan

 

Satu ruangmu mengusikku

Ruang  itu terekam ingat

 

Aku  rindu ruang itu

Bertanah, bersemen tanpa kerami putih, coklat, dan kuning.

 

Aku rindu satu ruangmu kala dulu

Ketika adzan magrib berkumandang

Enam sajadah terhampar di sana


Ketika lafal Ilahi terucap dan tertangkap indra pendengarku

Berlanjut dengan kata aamiin bersama 

Diakhiri dengan jabatan tangan penghapus noda kealfaan kala itu


Kini ruang itu beralih fungsi

Lafal ilahi tetap terucap dan terdengar namun tak bersamaan 

Sering terdengar sendirian dan berduaan 

Tak lebih dari itu



Edisi Revisi

Jakarta, 09 November 2020

Selasa, 13 Oktober 2020

Eksistensi Bahasa Indonesia

   Oleh : NKITD

FEB


Bahasa merupakan media yang kita gunakan untuk berkomunikasi baik secara lisan atau tulisan. Bahasa sebagai media komunikasi antar pribadi, pribadi dan kelompok, serta kelompok yang satu dengan kelompok yang lain. Setiap negara mempunyai bahasa nasional, contohnya: Indonesia bahasa nasionalnya adalah bahasa Indonesia, Malaysia bahasa nasionalnya adalah bahasa melayu, Myanmar bahasa nasionalnya adalah bahasa myanmar dan sebagainya.

 

Bahasa Indonesia mempunyai ragam bahasa yang memudahkan pemakainya untuk mengaplikasikan bahasa indonesia. Ragam bahasa lisan lebih mudah untuk kita gunakan karena ragam bahasa lisan adalah gaya bertutur. Berbeda dengan ragam bahasa tulisan yang agak sulit karena ragam bahasa tulisan menuntut adanya penerapan kaidah-kaidah yang baik dan benar.

Dialek yang ada dalam bahasa daerah di Indonesia secara langsung ataupun tidak langsung mempengaruhi bahasa Indonesia sehingga terjadi alih kode bahasa, campur kode dan lain sebagainya. Awalnya kita menggunakan bahasa Indonesia beralih pada pemakain bahasa daerah. Hal tersebut sering terjadi dan bisa dimaklumi apabila terjadi pada situasi nonformal, tapi pada situasi formal tidak dibenarkan.

 

Bahasa Indonesia hadir ditengah-tengah bahasa daerah sesuai sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Salah satu fungsi bahasa Indonesia adalah sebagai alat pemersatu diantara satu suku dengan suku lainnya. Eksistensi bahasa Indonesia tak akan pernah pudar walaupun begitu banyak pengaruh bahasa asing yang masuk ke Indonesia. Karena bahasa Indonesia masih dipakai dalam penulisan karya ilmiah dan sebagai pengantar dalam dunia pendidikan. Sayangnya kini minat kita untuk mempelajari dan mengkaji bahasa Indonesia semakin berkurang. Bahasa Indonesia kini dipandang sebelah mata dibandingkan dengan bahasa asing. Banyak masyarakat kita lebih tertarik untuk mempelajari bahasa asing seperti bahasa Inggris, bahasa Jepang, bahasa Korea dan lain sebagainya.

 

Walaupun pesona bahasa asing lebih kuat dibandingkan dengan bahasa Indonesia, hendaknya bahasa Indonesia tetap menjadi nomor satu. Bahasa Indonesia perlu untuk dipelajari dan dikaji lebih mendalam oleh pemakainya. Kalau bukan kita yang melakukan hal tersebut siapa lagi? Akankah kita rela apabila orang asing lebih memahami bahasa Indonesia dibandingkan dengan kita?

 

 

 

Mengoptimalkan Proses Pembelajaran Menulis Artikel

Di susun Oleh : NKITD

Pendahuluan

Feb Uhamka 

Feb Uhamka Hubungan antara hasil kerja berkaitan erat dengan kreativitas. Hasil kerja akan optimal apabila kreativitas optimal, begitu pula sebaiknya. Hal tersebut berlaku juga untuk pembelajaran menulis artikel. Hasil Kerja artikel akan optimal apabila pembelajarannya bermakna. Pembelajaran dalam arti memahami bukan menghafal fakta-fakta. Menurut Staton dalam Syaiful Sagala (2005: 12), keberhasilan program pembelajaran diukur berdasarkan tingkat perbedaan cara berfikir, merasa dan berbuat agar cara-cara pendekatan pelajar dalam menghadapi tugas-tugas selanjutnya berubah. Dengan kata lain, hasil kerja artikel akan optimal, jika kita mengalami proses pembelajaranyang maksimal.

Sehubung dengan proses kreativitas menulis artikel,  Totok Djuroto dan Bambang Suprijadi  (2007: 5-7) menyatakan bahwa  menulis artikel dapat diawali dengan pemaparan fakta sebagai data dari apa yang ada dan tidak sekedar mengomentari masalah, tetapi bisa juga mengajukan pandangan, pendapat, atau pemikiran lain, baik yang sudah diketahui masyarakat maupun yang belum diketahui.

Menurut Iqbal dalam Mudrajat Kuncoro (2009:68), proses menulis free-writing dan re-writing dianjurkan untuk kalangan penulis amatir. Artinya, penulis pemula harus menempuh proses menulis  free-writing, yakni menulis secara bebas tanpa memperhatikan bagus atau tidaknya tulisan. Setelah itu berlanjut dengan proses penulisan re-writing, yakni menulis ulang. Agar hasil kerja artikel optimal, penulis pemula mengawali tulisannya dengan menulis bebas kemudian menulis ulang.

Penulis pemula sering mengalami kendala yang besar untuk menyelesaikan artikel. Paling tidak terdapat enam teknik yang bisa kita gunakan ketika kehabisan kata-kata, yakni (1) penjelasan, (2) contoh, (3) perbandingan, (4) kutipan, (5) statistik, dan (6) penengasan. (Haris Sumadiria, 2005: 55-56)

 Pembahasan

A.    Menulis Artikel

 

Pengembangan paragraf dan keterkaitan antarkalimat merupakan kunci membuat artikel agar enak dibaca. (Kuncoro, Mudrajat 2009: 68) Untuk itu perlu diperhatikan secara seksama adakah pegembangan dan keterkaitan anatar kalimat dalam artikel Anda.

Berhubungan dengan pengembangan paragraf dan keterkaitan antarkalimat, penulis harus menentukan gaya penulisan mana yang akan dipilih. Ada empat gaya utama dalam menulis sebuah artikel menurut Mudrajat Kuncoro (2009:68), yaitu eksposisi, deskripsi, argumentasi, dan narasi. Setiap gaya di atas mempunyai kekhassan masing-masing.  

 

Untuk mengoptimalkan proses pembelajaran artikel, ada empat jenis artikel menurut Totok Djuroto dan Bambang Suprijadi  (2007: 10), yang harus kita ketahui, pahami dan kuasai, yakni eksploratif, eksplanatif, deskriptif, prediktif, dan preskriptif.

 

Singkatnya, sebelum menulis artikel alangkah baiknya apabila penulis memikirkan terlebih dahulu gaya penulisan mana yang akan dipilih sehingga penulis tahu gambaran jelas tentang jenis artikel apa yang akan dibuat. Dengan demikian, produk artikel menjadi lebih terarah, sistematis dan optimal.

 

B.     Proses Menulis Artikel

Untuk mengawali menulis artikel, berikut ini dapat dilakukan (Hermanvarella, 2009) dalam Mudrajat Kuncoro (2009: 70-71). Pertama, menggali ide. Kedua, membuat kerangka tulisan secara rinci. Ketiga, kumpulkan data dan referensi. Keempat, mulailah menulis.

Setelah membuat kerangka karangan sebaiknya penulis memikirkan judul untuk artikenya. Walaupun ada beberapa orang yang memikirkan setelah artikel selesai dibuat. Judul merupakan wajah tulisan artikel, maka judul yang baik akan menarik pembaca untuk membacanya. Untuk itu judul harus memenuhi kriteria sebagai berikut sebuah artikel sebaiknya memenuhi kriteria berikut (1) atraktif dan baru, (2) tidak panjang, dan (3) punya relevansi. (Totok Djuroto dan Bambang Suprijadi, 2007: 9). Selanjutnya mengumpulkan data dan referensi, ada beberapa syarat untuk memilih referensi mana yang akan kita kutip, yaitu (1) relevan, (2) aktual, dan (3) refresentatif. (A S Haris Sumadiria, 2005: 41)

Dalam proses menulis artikel, penulis harus mengetahui dan menerapkan tiga prinsip dasar, yakni (1) kesatuan (unity), (2) pertautan (coherence), dan (3) titik berat (emphasis). (Haris Sumadiria, 2005: 59-60) Artinya, kesatuan dan keterkaitan antar kalimat itu sangat penting agar ide dalam artikel tersebut tersalurkan secara sistematis. Titik berat atau bagian-bagian penting yang dibahas penulis harus terfokus pada aspek tersebut.

Proses penulisan artikel bertahap, Menurut A S Haris Sumadiria (2005: 19) terdapat tiga tahap dalam menuis artikel, yaitu (1) persiapan penulisan (prewriting), (2) pelaksanaan penulisan (writing), dan (3) perbaikan materi tulisan (editing).

Pertama, persiapan penulisan (prewriting), meliputi aspek adminitratif, aspek teknis, aspek akademis, dan aspek psikologis. Kedua, tahap pelaksanaan penulisan (writing), penulis harus memusatkan perhatian hanya kepada tulian dan mengabaikan gangguan yang ada. Ketiga, tahap perbaikan penulisan, penulis harus membaca, memperhatikan, mengoreksi, serta melakukan revisi terhadap beberapa hal menyangkut aspek teknis dan aspek substansi tulisan.

 

Penutup

Proses pembelajaran artikel sangat penting agar hasil kerja menjadi optimal. Begitu banyak yang harus penulis perhatikan dalam menulis artikel, yakni pengembangan paragraf, keterkaitan antarkalimat, gaya penulisan, dan jenis artikel. Menulis artikel dapat diawali dengan pemaparan fakta sebagai data dari apa yang ada dan tidak sekedar mengomentari masalah, tetapi bisa juga mengajukan pandangan, pendapat, atau pemikiran lain, baik yang sudah diketahui masyarakat maupun yang belum diketahui. proses menulis free-writing dan re-writing dianjurkan untuk kalangan penulis amatir. Langkah awal yang harus diambil penulis sebelum menulis artikel adalah menggali ide, membuat kerangka tulisan secara rinci, kumpulkan data dan referensi, serta mulailah menulis.

Terdapat tiga prinsip dasar dalam menulis artikel, yakni (1) kesatuan (unity), (2) pertautan (coherence), dan (3) titik berat (emphasis). Selanjutnya, terdapat tiga tahapan dalam menuis artikel, yaitu (1) persiapan penulisan (prewriting), (2) pelaksanaan penulisan (writing), dan (3) perbaikan materi tulisan (editing).

 

Daftar Pustaka

Djuroto, Totok dan Bambang Suprijadi. 2007. Menulis Artikel & Karya Ilmiah. Cetakan ke-4. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Kuncoro, Mudrajad. 2009. Mahir Menulis Kiat Jitu Menulis Artikel Opini, Kolom & Resensi Buku. Jakarta: Erlangga.

Sagala, Syaiful. 2005. Konsep dan Makna Pembelajan. Cetakan ke-3. Bandung: Alfabeta.

Sumadiria, Haris. 2005. Menulis Artikel dan Tajuk Rencana. Cetakan ke-2. Bandung: Rosdakarya.

 

 

 

 

 


Senin, 12 Oktober 2020

Mendidik Berbingkai Kekerasan

Oleh : NKITD

Setiap manusia membutuhkan didikan dari orang dewasa untuk mencapai kedewasaan. Didikan yang tepat akan menghantarkan kita menjadi manusia dewasa seutuhnya. Dewasa dalam arti bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain.  Sebaliknya, apabila didikan yang kita dapatkan berbalut dengan kekerasan makan akan menciptakan manusia yang tidak memiliki kesadaran dan tidak bertanggung jawab,

Guru dapat dikatakan sebagai manusia dewasa yang bertugas mengajar dan mendidik siswa.  Adakalanya sebagai manusia, guru memiliki keterbatasan untuk menentukan sikap dalam mendidikan siswa. Alih-alih bersikap untuk mendidik tapi berujung pada tindak kekerasan. Misalnya, guru mendidik dengan cara pemberian hukuman berdiri di depan kelas, dijemur di lapangan,  main tangan dengan cara mencubit, menjewer, menampar dan lain-lain. Kita bisa lihat hukuman yang diberikan dalam rangka mendidik tersebut mengarah pada tindak kekerasan. Hal tersebut dilakukan dengan alasan klasik yaitu mendidik. Singkatnya, guru mendidik siswa dalam bingkai kekerasan.

Kita pribadi mengetahui bahwa kekerasan tidak sama dengan mendidik. Tapi, adakalanya sadar atau tidak kita berniat atau pernah melakukan hal tersebut. Sepatutnya sebagai manusia dewasa yang mempunyai pikiran dan wawasan yang luas maka niat tersebut harus dibuang jauh-jauh. Sedangkan bagi kita yang pernah melakukan kekeliruan tersebut diharapkan sadar, berubah untuk tidak mengulanginya lagi. Mengapa demikian? Karena kekerasan akan menimbulkan luka baik secara fisik atau psikis, sedangkan mendidik akan menumbuhkan sikap yang baik, sadar diri dan bertanggu jawab. Oleh karena itu, seyogyanya guru bersikap bijaksana dalam mendidik siswa agar tidak terjadi kekerasan.

Sebagai manusia yang berpendidikkan, guru pasti mengetahui dampak negatif dari kekerasan yang dilakukan dalam mendidik siswa. Akan tetapi, sampai saat ini masih terdengar kabar, seorang guru memilih menggunakan kekerasan dalam mendidik siswa. Hal tersebut terjadi karena kurang cerdas, kurang sabar, kurang bijaknya seorang guru dalam menentukan cara yang efektif untuk mendidik siswa. Maka guru memilih jalan pintas dengan melakukan kekerasan.

 Ketika kekerasan dilakukan dalam rangka mendidik sebenarnya hal tersebut bukan mendidik tapi merusak.  Bukankah mendidik itu membangun atau menciptakan tingkah laku yang baik bukan merusak? Mulai sekarang, mari kita pisahkan antara kekerasan dalam mendidik. Mari kita katakana tidak untuk kekerasan berbingkai mendidik yang akan berujung pada kerusakan.

 


Minggu, 11 Oktober 2020

Kilas Balik Kisah untuk Memetik Hikmah



Judul             : Misteri Jodoh

ISBN             : 978-623-92325-1-1

Penulis         : Yuni Hasnidar, Nendi Dwi Wahyuni dkk

Penerbit        : Zizanta Media

Tahun Terbit  : 2020

Cetakan        : Cetakan Pertama

Tebal Buku    : 188 halaman


Feb Uhamka

         

Misteri Jodoh merupakan buku kumpulan puisi dan kumpulan cerpen karya Yuni Hasnidar, Nendi Dwi Wahyuni dkk. Yuni Hasnidar merupakan seorang guru di MAN Karimun, Kepulauan Seribu bergelar pendidikan S.Pd,. M.Pd. Sementara, Nendi Dwi Wahyuni adalah sarjana lulusan Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Negeri Padang yang karyanya pernah diterbitkan pada Antologi Cerpen sebagai Penulis Terpilih berjudul Dunia Pertama Atik dan Antologi Cerpen sebagai Juara 3 berjudul Materi Tersembunyi.  

Buku ini berisi 73 kumpulan puisi dan 23 kumpulan cerpen bertema Misteri Jodoh. Sebagai insan yang sudah menginjak usia dewasa maka jodoh adalah sebuah tema pertanyaan yang sering kita dengar keluar dari lisan orang-orang terkasih di sekitar kita. Pertanyaan tersebut berupa, “Calon kamu orang mana?” atau “Kapan nikah?” dan lain sebagainya. Hal itu merupakan pertanyaan awal pada proses kehidupan pada usia dewasa.

          Buku ini mengisahkan perjalanan kehidupan insan di dunia dalam menemukan tulang rusuk (jodoh). Banyak kisah yang berbeda akan dijabarkan oleh penulis tentang perjalanan menemukan tulang rusuknya. Perjalan untuk menemukan tulang rusuk penuh dengan jalan cerita yang tak terduga lalu berakhir pada sebuah kisah bahagia, kisah kasih tak sampai, kisah melepaskan dan kisah perjuangan mempertahankan ikatan suci. Kita akan mendapatkan kisah tersebut dalam bentuk puisi dan cerita pendek yang diutarakan beberapa penulis.

          Gaya penulisan puisi dan cerita pendek tentu berbeda karena puisi akan menggunakan pilihan kata yang padat. Namun, puisi dan cerpen tentu akan menggunakan pilihan kata yang khas dan berkonotasi. Berikut kutipan puisi yang terdapat pada buku ini.

Rahasia Teman Hati

 

Jauh tersimpan asa menuju jalan terang

Asa suci seorang dara pejuang

Memesona hari mengkaji aksara

Bersulam doa ayah bunda membentengi kerlip dunia

 

…..

          Lebih lanjut mengenai kumpulan cerpen pada buku ini menggunakan latar tempat yang beragam, diawali dari latar tempat di negeri kepulauan yaitu Indonesia, sampai menggunakan latar tempat negeri Gingseng yaitu Korea. Kemudian, alur yang digunakan juga bervariatif, yang berakhir pada kisah akhir cerita yang tak terduga. Penulis mampu mengisahkan cerita yang biasa dengan gaya bahasa yang mudah untuk dipahami dan alur yang menarik.

          Banyak hikmah yang dapat dipetik dari buku kumpulan puisi dan cerpen ini. Kisah dalam buku ini akan mengantarkan kita untuk kembali mengingat kisah lalu bagi kita yang telah menemukan jodoh di dunia. Sementara itu bagi yang belum menemukan jodoh, maka kisah ini akan membuka wawasan dan sikap terbuka tentang perjalanan insan menemukan jodoh. Buku ini akan menguatkan kesabaran dan keikhlasan kita dalam menjalani kehidupan yang sering tak dapat kita duga. Akankah tujuan kita tercapai atau tidak? Sejauh manakah kita bersabar dengan ikhlas menjalani semua ketetapan yang telah diberikan oleh Yang Maha Kuasa? Bagaimana kita bisa menerima anugerah yang diberikan dengan sikap syukur?


 


Sabtu, 29 Juni 2019

Satu Titik







 Oleh : NKITD 

 

Segumpal darah yang menyatu dalam ikatan takdir bersama waktu

Susuri jejak kehidupan dengan langkahku

Langkah ini tertatih menempuh ketetapanNya

Jiwa ini merapuh mengayun asa yang dituju.

 

Satu titik, berjuta tanya memenuhi ruang pikiran

Satu titik, air deras mengalir tanpa henti dari pelupuk mata

Satu titik, doa-doa kutukan terpikirkan lalu terlisankan

Satu titik, iginkan mata terpejam namun telinga mendengar

Satu titik, lisan-lisan insan menusuk rasa, mencabik-cabik pikiran

Satu titik, merasa jatuh dalam lubang berlumur kealfaan

Satu titik, menempuh jalan kebenaran

Satu titik, berdamain dengan kenyataan

Satu titik, membangun ruang hati baru

 

Satu titik, kembali menemui takdir baru

Satu titik, tanya dan air mata menyatu

Satu titik, memperkaya kemiskinan ilmu

Satu titik, bergulat dengan kealfaan

Satu titik, menuju kebenaran

Satu titik, bergulat dengan kealfaan

Satu titik, kembali menuju kebenaran