Selasa, 25 September 2018

Broto


Oleh : NKITD

Berwirausaha adalah pekerjaan sehari-hari keluarga broto. Broto dan istrinya terkenal dikalangan masyarakat sebagai mitra usaha dan pasangan serasi. Di mana-mana mereka selalu bersama dan tak terpisahkan. Walaupun demikian, pemikiran mereka berbeda dalam hal pilihan hidup. Akan tetapi, sebagai suami yang bijaksana pak broto berusaha untuk memahami maksud istrinya itu. Demikian pula, istrinya.

Gimana pak? Kamu sudah memutuskan mau milih yang mana. Tanya bu broto kala malam menyelimuti dan sunyi menemani kebersamaan mereka karena 3 anak tercinta mereka telah nyenyak dalam buaian mimpi.

Pak broto terlihat masih berpikir keras untuk menentukan pilihan mana yang akan dia ambil.

Bu broto kenal betul dengan prilaku suaminya itu. Maka ia pun kembali bertanya kepada pak broto?

Aku masih belum bisa memutuskan, bu. Jawab pak broto singkat.

Cepatlah putuskan, pak. Kamu mau memutuskan setelah bangunan rumah ini ambruk termakan usia. Kamu sudah tau sendiri berapa umur bangunan rumah kita. Seusia sama anak pertama kita, 25 tahun.

Pak broto masih berpikir keras dan belum mengeluarkan kata-kata dari mulutnya.

Ya, kamu jangan khawatir. Dua jagoan kita akan ikut berpartisipasi dalam renovasi rumah kita. Ya, jangan tanggung-tanggung, pak. Lebih baik kita bongkar aja sekalian.

Ya bu, bapak ngerti maksud ibu. Tapi ibu tahu sendiri, niat awal bapak untuk emak bapak gimana?

Itu bisa dipendinglah pak. Emang kamu mau liat atap rumah kita ambruk dulu, baru mau kamu perbaiki.

Ya, nggaklah bu.

Ya sudah. Maka dari itu cepat diputuskan.

Baikla, bu tapi bapak harus meminta persetujuan emak.

Kalau itu mau bapak, ya silakan.

***



Emak, dengan berat hati aku nggak bisa memenuhi keinginan emak. Maaf ya mak.

Emak hanya berkata ya sudahlah, nak. Emak nggak apa-apa.

Kejadian seperti dahulu terulang lagi, mak.

Ya, nggak apa-apa, waktu itukan emang emak yang memilih untuk renovasi rumah emak dari pada pergi haji bareng kamu dan istri km. ya, emakmah Alhamdulillah kalau kamu masih niat membiayai haji emak.

Ya, emak. Tapi niat aku nggak bisa terlaksana tahun ini. insya allah, 3 tahun lagi mak.

Wajah emak seketika muram namun lurus hatinya kembali membuat senyuman kecil untuk menenangkan anak pertamanya yang telah berjuang keras untuk keluarga besar selamet.

Mak, nggak apa-apa kan?

***



Dalam sunyinya malam, emak mengelar sajadah dan berdoa kepada yang kuasa. Tuhan semesta alam yang telah memberikan kehidupan, keselamatan dan nikmat yang begitu melimpah. emak seorang janda, ditinggal suami tercinta sejak anak pertamanya broto duduk di bangku SMP. Saat itu pula, broto memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah karena ingin membantu emak tercintanya.

Emak insyaf karena tak kuasa menahan keinginannya tahun ini untuk pergi ke tanah suci untuk menunaikan rukun islam yang ke-5. Mungkin di hadapan broto, emak bisa tegar. Namun, kenyataannya emak sedih juga. Emak hanyalah manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. Emak mengucapkan astagfirullah untuk menghilangkan rasa sedih yang ada. Emak mengucapkan astagfirullah untuk menghilangkan penyesalan dahulu kala karena lebih memilih membangun rumah dari pada pergi haji. Emak mengucapkan astagfirullah untuk menenangkan hatinya. Emak mengucapkan astagfirullah untuk menguatkan hatinya.

Dalam shalat malamnya dan doa yang terucap malam itu. Pertanyaan besar menganggu hatinya. “Sampaikah usianya, 3 tahun ke depan?”

***



Emak mendengar kabar bahwa broto sakit keras. Tadi siang, ketika sedang di tempat usahanya, broto pingsan dan dilarikan ke rumah saki. Emak terlihat cemas dan mengkhawatirkan anak kesayangannya tersebut.

Malamnya, zainnudin, anak pak broto berkunjung ke rumah emak.

Ya, mak. Sekarang keadaan bapak sudah lebih baik.

Alhamdulillah, jawab emak

Dua hari lagi, bapak sudah boleh pulang. Jadi, bapak berpesan agar emak jangan khawatir.

Rumah sakitnya jauh ya, Zul. Jadi emak belum bisa liat keadaan bapak.

Ya, emak. Nggak apa-apa. Kata bapak, emak nggak usah ke sana. Nanti emaknya cape.

Ya, zul.

***





Gimana keadaan kamu broto. Tanya emak, ketika bulan dan bintang bertaburan di langit malam.

Alhamdulillah, lebih baik mak.

Ibu broto ikut dalam pembicaraan tersebut. Ya, mak. Kata dokter kolesterol, jadi nggak boleh makan sembarangan dan pikiran juga harus tenang.

Zul yang berada disamping pak broto pun berkata, “ya, pak. Masalah renovasi rumah jangan dipikirin biar itu jadi tanggung jawab kita.”

Pak broto terlihat ingin pembangunan rumah itu selesai secepatnya.

Ibu broto melanjutkan pembicaraan, ayo mak, diminum dulu. Di sini emang suka banyak tikus emak.

Ya, terimakasih. Jawab emak.

***



Beberapa hari telah berlalu, kabar dukapun tak bisa terhindarkan. Emak kanget ketika mendengar kabar lagi bahwa pak broto masuk rumah sakit lagi. Padahal terakhir kali emak melihat, anaknya memang terlihat membaik.

Emak segera bersiap-siap untuk menjenguk broto di rumah sakit. Kali ini rumah sakitnya dekat dengan rumah emak. Dengan menggunakan mobil pribadi anak kelimanya, emak pun berhasil melihat keadaan anaknya.

Emak membuka pintu kamar rawat broto, emak melihat nafas broto tidak teratur dan di tubuh broto telha terpasang alat medis. Emak hanya bisa berdoa dalam hatinya. Namun, apalah arti doa manusia ketika sang Pencipta telah memutuskan takdir manusia. Dan doa emak kali itu tak terijab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar